Share Jika Bermanfaat
pasca operasi miom

Mari Mengenal Kista dan Miom Serta Perbedaannya

Organ reproduksi wanita merupakan jaringan yang sangat kompleks. Organ reproduksi wanita juga memiliki banyak permasalahan yang dapat mengganggu kesehatan. Mulai dari penyakit ringan seperti keputihan sampai penyakit yang berbahaya seperti kanker. Namun, ada juga beragam penyakit yang dapat tumbuh di dalam organ reproduksi kaum hawa yang wajib diwaspadai. Kista dan miom merupakan penyakit yang dapat muncul pada organ reproduksi wanita.

organ reproduksi wanita

Ada banyak sekali wanita yang sudah pernah mengalami penyakit ini dan mengalami kesembuhan. Walaupun kedua penyakit ini mudah disembuhkan, kedua penyakit ini haruslah tetap ditangani dengan baik karena ada beberapa gejala yang akan membuat Anda merasa tidak nyaman.

Pengertian dan Penyebab Penyakit Miom dan Kista

Kista merupakan kelainan pada organ reproduksi yang berbentuk cairan. Kista masuk ke dalam kategori tumor jinak yang sangat sering ditemui pada organ reproduksi kaum hawa. Kista merupakan cairan kental dan bentuknya mirip butiran buah anggur. Ada pula beberapa jenis kista yang di dalamnya ditemukan jaringan manusia seperti rambut, gigi dan tulang. Pada beberapa kasus, kista juga dapat berisi nanah dan udara.

Sel-sel tumor yang membentuk kista ini akan bergerombol dalam satu tempat. Berbeda dengan sel kanker yang akan tumbuh menyebar ke daerah di sekelilingnya, sel tumor ini tidak akan menyebar dan tetap berada di satu tempat karena erpisah dari jaringan normal. Hal inilah yang membuat kista yang merupakan tumor jinak lebih mudah diangkat dan tidak membahayakan penderitanya.

Kista sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu non-neoplastik yang merupakan tumor jinak. Kista jenis ini dapat mengempis dengan sendirinya dalam waktu dua sampai tiga bulan. Sementara itu, kista neoplastic bersifat lebih ganas dan oleh karenanya biasanya dilakukan prosedur pembedahan, tergantung pada ukuran kista tersebut. Kista dapat tumbuh di beberapa bagian organ kewanitaan.

gejala kista dan miom

Kista dapat tumbuh di ovarium atau indung telur dari seorang perempuan. Selain di bagian ovarium, penyakit ini juga dapat tumbuh di bagian lain, yaitu pada vulva. Penyebab dari kista sendiri belum diketahui dengan pasti oleh para ahli. Namun, dugaan awal kista dapat disebabkan oleh faktor keturunan dan adanya paparan terhadap zat karsinogenik.

Download Ebook Gratis

Bagaimana Toksin/Racun Bisa Merusak Tubuh Anda dan Temukan
Juga Cara Yang Tepat Untuk Membuang Toksin Yang Sudah
Menumpuk Didalam Tubuh Anda Selama Bertahun-Tahun.

Sementara itu, miom merupakan pertumbuhan dalam rahim yang berbentuk seperti gumpalan daging. Miom dan kista, kedua penyakit yang kerap muncul dalam organ reproduksi wanita ini, tidaklah ganas dan tidak bersifat kanker. Dalam hal ini, miom memiliki nama lain, yakni mioma, leiomyoma dan uteri fibroid. Miom sendiri muncul dari abnormalitas pertumbuhan sel otot rahim. Oleh karenanya, pertumbuhan ini masuk dalam kategori pertumbuhan tumor jinak.

Uniknya, 75% kaum hawa pernah memiliki miom dalam tubuhnya. Ciri-ciri miom sendiri dapat dilihat dari bejolan yang muncul di perut bagian bawah para penderita yang memiliki miom dalam ukuran besar.

Dalam hal ini, miom terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Fibroid intramural, yang merupakan miom yang tumbuh di antara jaringan otot rahim dan merupakan lokasi paling umum yang menjadi tempat tumbuhnya miom,
  2. Fibroid subserous, yang merupakan miom yang tumbuuh di bagian luar dinding rahim kea rah rongga panggul. Jenis miom ini wajin diwaspadai karena ukurannya yang besar,
  3. Fibroid submucous, yang merupakan miom yang tumbuh di lapisan otot dalam dinding rahim.

Kemunculan miom sendiri sering dikaitkan dengan adanya hormone estrogen yang ada dalam organ reproduksi kaum hawa. Beberapa spekulasi tumbuh bahwa miom juga diakibatkan menstruasi yang dimulai pada usia dini, konsumsi daging merah yang terlalu banyak, serta gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan konsumsi alkohol.

Gejala Miom dan Kista

Gejala kista dan miom sendiri dapat dianggap mirip, atau bahkan sama. Bahkan, di beberapa wanita, gejala kedua penyakit ini tidak tampak sampai ukuran kista dan miom membesar dan menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Namun, secara umum, berikut beberapa gejala kista dan miom dan dapat Anda waspadai sehingga Anda dapat melakukan pencegahan serta beberapa langkah yang dapat dilakukan sejak dini.

  • Gejala awal yang harus Anda perhatikan adalah adanya menstruasi yang tidak teratur. Hal ini sangat penting mengingat siklus haid pada kaum hawa akan terulang dalam wkatu 28 hari dan dapat maju atau mundur apabila diakibatkan oleh stress atau pengobatan. Namun, jika siklus menstruasi tidak teratur dalam waktu yang lama, ada baiknya Anda mencoba konsultasi dengan ginekolog mengenai kondisi yang Anda alami tersebut.
  • Gejala lainnya adalah nyeri pada tulang panggul. Tulang panggul berada dekat dengan rahim, sehingga dapat dijadikan salah satu lokasi yang dapat menunjukkan apakah Anda mengalami penyakit ini atau tidak. Nyeri yang sakitnya tidak tertahankan biasanya apat mengarah pada penyakit yang lebih parah.
  • Frekuensi buang air yang meningkat juga dapat menjadi gejala penyakit ini. Namun, Anda juga harus memperhatikan apakah Anda tengah menjalani pengobatan atau tidak, karena ada beberapa obat-obatan yang akan mengakibatkan buang air kecil dalam frekuensi yang meningkat.
  • Rasa kenyang dan kembung dalam perut. Kedua kondisi ini juga dapat menjadi gejala yang dapat Anda waspadai. Selalu cek kondisi perut Anda apakah terasa kembung atau tidak.
  • Selanjutnya, Anda juga bisa saja merasa sulit buang air besar. Hal ini diakibatkan adanya benjolan yang tumbuh di dalam rahim, sehingga menyulitkan Anda dalam buang air besar.
  • Rasa sakit saat berhubungan intim juga dapat menjadi gejala awal dari miom dan kista. Awalnya, rasa sakit bisa saja terasa tumpul dan tidak terlalu menyiksa. Namun, rasa sakit ini dapat tumbuh semakin hebat dan mengakibatkan sesi intim dengan pasangan terasa tidak nyaman dan sangat menyakitkan.

Apabila Anda mengelami salah satu atau beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda segera menghubungi dokter terdekat untuk mendapatkan bantuan secepatnya. Selain itu, diagnosa yang tepat juga dapat sangat membantu Anda sebagai pasien sehingga Anda akan mendapatkan pengobatan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda yang sebenarnya.

miom pada wanita

Langkah-Langkah Awal Mengatasi Penyakit Miom

Apabila Anda mengalami beberapa gejala di atas, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter sehingga mendapatkan diagnosa yang tepat. Biasanya, dokter akan menawarkan Anda pemeriksaan USG untuk mengetahui isi dalam rahim Anda. Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda tanyakan pada dokter Anda saat konsultasi, yakni:

  1. Ada atau tidaknya miom atau kista dalam organ reproduksi Anda. Gejala yang muncul bisa saja mirip dengan kedua penyakit ini, namun penyakit sesungguhnya yang Anda derita bukan keduanya.
  2. Apabila benar ada miom atau kista dalam organ reproduksi Anda, Anda juga patut menanyakan ukuran dan keganasannya. Dokter akan memberikan solusi seperti pengangkatan pada kista berukuran besar yang mengandung sel abnormal.

Ada hal yang unik dalam tes diagnosa miom. Terkadang, miom dapat muncul dengan tidak sengaja saat Anda melakukan tes ginekologi. Berbeda dengan kista yang sering mengakibatkan gejala yang dapat dikenali, terkadang miom tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga Anda tidak dapat merasakan ada yang tidak beres dengan organ reproduksi Anda.

Siapa Saja yang Dapat Mengidap Penyakit Miom?

Mayoritas kaum hawa tentu merasa takut ketika harus berhadapan dengan penyakit ini. Namun, Anda juga harus mengetahui siapa saja mayoritas pengidap penyakit yang dapat mengalami penyakit di organ reproduksi ini. Mayoritas penderita penyakit ini adalah kaum hawa yang berusia di atas 30 tahun. Biasanya, penyakit ini muncul pada kaum hawa yang sudah aktif dalam hubungan seksual.

Pasalnya, penyakit ini kerap dikaitkan dengan hormone estrogen yang dihasilkan oleh indung telur. Penyakit ini pun dapat berkurang setelah seorang wanita megalami menopause atau berhentinya siklus menstruasi.

Penyakit ini juga biasanya muncul pada wanita yang memiliki berat badan berlebihan. Obesitas memang dapat berpengaruh dalam menyebabkan berbagai macam penyakit. Pasalnya, dengan meningkatnya bobot tubuh seorang wanita, produksi hormone estrogen dalam tubuh juga akan meningkat. Tak hanya itu, faktor keturunan juga dapat menjadi masalah ketika Anda ternyata memiliki kerabat yang pernah mengidap miom.

Pengobatan terhadap Penyakit Miom

Pengobatan yang dapat dilakukan pada kedua penyakit ini biasanya tergantung pada ukuran dan jenisnya. Untuk miom, umumnya tidak akan memunculkan gejala-gejala tertentu dan oleh karenanya dapat dibiarkan menyusut dengan sendirinya. Sementara itu, bagi penderita miom yang menimbulkan gejala yang lumayan parah, dokter akan meresepkan obat yang sesuai dengan kondisi penderita dan akan dilakukan penilaian terhadap dampak pengobatan tersebut.

Jika pengobatan tidak ‘mempan’ melawan miom yang ada dalam tubuh, maka akan diambil prosedur pengangkatan melalui bedah.

Sementara itu, bagi penderita kista non-neoplastik, biasanya tidak akan dilakukan pembedahan karena sifatnya yang masih jinak. Namun, bagi penderita kista neoplastik, prosedur pembedahan biasanya akan dilakukan untuk mengangkat kista dari dalam organ reproduksi wanita tersebut.

pasca operasi miom

Perawatan Pasca Operasi Miom atau Kista

Setelah prosedur bedah, pasien akan mengalami proses pemulihan agar mampu melakukan aktivitas kembali. Pemulihan setelah dilakukannya prosedur bedah untuk mengangkat miom sendiri bervariasi tergantung pafa operasi apa yang dijalani. Apabila Anda menjalani pengangkatan miom atau kista melalui prosedur laparoskopi, Anda akan mengalami proses penyembuhan pasca operasi miom yang relatif lebih cepat dibandingkan ketika Anda menjalani prosedur operasi terbuka yang akan memakan waktu lebih lama untuk sembuh.

Biasanya, lama proses pemulihan dari operasi adalah empat sampai enam minggu. Setelah operasi, Anda akan mengalami rasa nyeri yang wajar dirasakan pasca operasi apa pun. Rasa nyeri adalah wajar selama Anda tidak mengalami gejala seperti rasa nyeri yang semakin menjadi atau munculnya nanah dari luka bekas operari. Anda akan dibekali obat penghilang sakit dari dokter yang menangani Anda. Obat ini biasanya akan diresepkan selama dua minggu setelah operasi.

Anda juga akan diberikan suplemen yang dapat membantu proses penyembuhan agar lebih cepat. Hati-hati dalam memilih makanan agar Anda tidak kembali merasakan sakit yang mengganggu. Selain itu, hindari kegiatan seksual selama proses penyembuhan. Hal ini sangat penting agar proses pemulihan Anda berjalan lebih cepat dan bekas operasi tidak akan terganggu. Anda juga tidak disarankan terlalu banyak bergerak seelah prosedur operasi.

Pengobatan Herbal Miom atau Kista

Pengobatan herbal miom atau kista saat ini juga banyak berkembang, salah satunya dengan menggunakan program detok. apa itu program detok untuk miom? Dari beberapa wanita yang sudah menjalankan program detok ini, rata-rata miomnya menjadi kecil atau bahkan hilang. Program detok untuk miom atau kista sendiri bisa dilakukan dengan mengambil program 20 hari dulu setelah itu dilanjutkan dengan program 40 hari jika dirasa perlu.

Mari kita simak testimonial salah satu pengguna program smart detok untuk miom di video dibawah ini, bahkan awalnya Claudia tidak mengira dia memiliki miom.

Jadi bagi para wanita yang mau mencoba program detok ini sebagai ikhtiar untuk penyembuhan bisa menghubungi saya untuk menanyakan program detok ini. Semoga kita para wanita bisa diberi kesehatan dan bagi yang masih menderita penyakit ini silahkan di coba program detok 20 harinya dulu.

About the Author Endah Setyarini

Assalamulaikum, Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel di blog ini. Semoga artikel yang saya tulis bisa memberikan manfaat untuk kalian.

follow me on:

Leave a Comment: